Halo Sobat TeknoBgt! Apakah kamu juga salah satu pecinta perhotelan? Jika iya, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah Average Room Rate (ARR) hotel. ARR hotel adalah salah satu indikator keberhasilan bisnis perhotelan. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menghitung ARR hotel secara lengkap dan mudah dipahami.
Pengertian Average Room Rate (ARR) Hotel
Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara menghitung ARR hotel, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu ARR hotel. ARR hotel adalah rata-rata harga kamar hotel yang terjual dalam periode waktu tertentu. Periode waktu yang biasa digunakan adalah per hari atau per bulan.
ARR hotel adalah salah satu indikator keberhasilan bisnis perhotelan. Semakin tinggi ARR hotel, maka semakin baik kinerja bisnis perhotelan tersebut. ARR hotel yang tinggi menunjukkan bahwa hotel tersebut mampu menjual kamar dengan harga yang tinggi dan tetap dapat mempertahankan tingkat okupansi yang tinggi.
Cara Menghitung ARR Hotel
Langkah 1: Hitung Total Pendapatan Kamar
Langkah pertama dalam menghitung ARR hotel adalah dengan menghitung total pendapatan kamar dalam periode waktu tertentu. Pendapatan kamar bisa diperoleh dari harga kamar dikali jumlah kamar yang terjual dalam periode waktu tersebut.
Contoh:
Harga Kamar | Jumlah Kamar Terjual | Pendapatan Kamar |
---|---|---|
Rp 1.000.000 | 50 | Rp 50.000.000 |
Rp 800.000 | 30 | Rp 24.000.000 |
Rp 600.000 | 20 | Rp 12.000.000 |
Total | Rp 86.000.000 |
Langkah 2: Hitung Jumlah Kamar Terjual
Langkah kedua dalam menghitung ARR hotel adalah dengan menghitung jumlah kamar yang terjual dalam periode waktu tersebut. Jumlah kamar terjual bisa didapatkan dari total kamar dikurangi dengan jumlah kamar kosong pada periode waktu tersebut.
Contoh:
Total Kamar | Jumlah Kamar Kosong | Jumlah Kamar Terjual |
---|---|---|
100 | 20 | 80 |
Langkah 3: Hitung Average Room Rate (ARR) Hotel
Setelah mengetahui total pendapatan kamar dan jumlah kamar terjual, selanjutnya hitung ARR hotel dengan membagi total pendapatan kamar dengan jumlah kamar terjual.
Contoh:
Pendapatan Kamar | Jumlah Kamar Terjual | ARR Hotel |
---|---|---|
Rp 86.000.000 | 80 | Rp 1.075.000 |
FAQ
1. Apa saja faktor yang memengaruhi ARR hotel?
Jawaban: Beberapa faktor yang memengaruhi ARR hotel antara lain tingkat okupansi kamar, waktu atau musim, fasilitas hotel, lokasi hotel, dan lain sebagainya.
2. Bagaimana cara meningkatkan ARR hotel?
Jawaban: Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ARR hotel antara lain dengan menawarkan paket-paket yang menarik, melakukan promosi dan marketing yang tepat, meningkatkan kualitas fasilitas hotel, meningkatkan pelayanan kepada tamu, dan lain sebagainya.
3. Apa pentingnya ARR hotel dalam bisnis perhotelan?
Jawaban: ARR hotel merupakan salah satu indikator keberhasilan bisnis perhotelan. ARR hotel yang tinggi menunjukkan bahwa hotel tersebut mampu menjual kamar dengan harga yang tinggi dan tetap dapat mempertahankan tingkat okupansi yang tinggi.
Kesimpulan
Dalam bisnis perhotelan, ARR hotel merupakan salah satu indikator keberhasilan bisnis perhotelan. Untuk menghitung ARR hotel, ada tiga langkah yang harus dilakukan yaitu menghitung total pendapatan kamar, menghitung jumlah kamar terjual, dan menghitung ARR hotel dengan membagi total pendapatan kamar dengan jumlah kamar terjual. Semoga dengan artikel ini, Sobat TeknoBgt dapat lebih memahami cara menghitung ARR hotel secara lengkap dan mudah dipahami.
Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya!