Hello Sobat TeknoBgt, pernah dengar tentang Pranoto Mongso? Pranoto Mongsoadalah sistem penanggalan Jawa yang berbeda dengan penanggalan Masehi yangumumnya digunakan di Indonesia. Namun, tidak perlu khawatir karena dalamartikel ini kami akan membahas cara menghitung Pranoto Mongso secaralengkap dan mudah dipahami. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Pengenalan Pranoto Mongso
Sebelum membahas cara menghitung Pranoto Mongso, mari kita ketahui terlebihdahulu apa itu Pranoto Mongso. Pranoto Mongso atau juga dikenal dengansebutan Wetonan adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh masyarakatJawa. Sistem penanggalan ini didasarkan pada perhitungan lima unsur dasar,yaitu hari (dina), pasaran (pasaran), bulan (wulan), tahun (warsa), danzaman (windu). Kelima unsur tersebut digunakan untuk menentukan nasibseseorang, mulai dari kelahiran hingga ajal.
Pranoto Mongso juga memiliki hubungan dengan agama Hindu-Buddha, yangmerupakan agama yang banyak dianut oleh masyarakat Jawa pada masa lalu.Hal ini dapat dilihat dari penamaan bulan-bulan dalam Pranoto Mongso yangmenggunakan nama-nama bulan dalam bahasa Sanskerta.
Meskipun Pranoto Mongso tidak sepopuler penanggalan Masehi, namun tetapmenjadi bagian penting dari budaya Jawa. Oleh karena itu, penting bagikita untuk memahami cara menghitung Pranoto Mongso agar dapat menghargaidan memperkaya pengetahuan kita tentang kebudayaan Indonesia.
Cara Menghitung Pranoto Mongso
Setelah mengetahui apa itu Pranoto Mongso, mari kita lanjutkan denganpembahasan cara menghitungnya. Berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Menentukan Tanggal Lahir
Langkah pertama dalam menghitung Pranoto Mongso adalah dengan menentukantanggal lahir. Tanggal lahir ini terdiri dari hari, tanggal, bulan, dantahun. Anda dapat menggunakan penanggalan Masehi atau Jawa, karenakeduanya dapat dikonversi ke dalam Pranoto Mongso.
Sebagai contoh, jika seseorang lahir pada 17 Agustus 1995, maka tanggallahirnya dalam penanggalan Masehi adalah 17/08/1995. Sedangkan jikadikonversi ke dalam penanggalan Jawa, tanggal lahirnya adalah SelasaLegi, 22 Dulkangidah, Tahun Jawa Alip.
2. Menghitung Wetonan
Setelah menentukan tanggal lahir, langkah selanjutnya adalah menghitungwetonan. Wetonan terdiri dari dua unsur, yaitu hari atau dina dan pasaran.Hari atau dina menunjukkan karakteristik seseorang berdasarkan harikelahirannya. Sedangkan pasaran menunjukkan nasib seseorang berdasarkanpasaran kelahirannya.
Untuk menghitung wetonan, Anda dapat menggunakan rumus sederhana berikut:
Wetonan = (Hari Kelahiran + Pasaran Kelahiran) mod 35
Berikut adalah tabel pasaran dan hari dalam Pranoto Mongso:
No. | Pasaran | Hari |
---|---|---|
1 | Pahing | Pon |
2 | Pon | Wage |
3 | Wage | Kliwon |
4 | Kliwon | Legi |
5 | Legi | Pahing |
3. Menghitung Bulan
Setelah menghitung wetonan, langkah selanjutnya adalah menghitung bulan.Bulan dalam Pranoto Mongso terdiri dari 12 bulan, yaitu:
- Suro
- Sapar
- Mulud
- Robiul Awal
- Robiul Tsani
- Jumadil Awal
- Jumadil Tsani
- Rejeb
- Sha’ban
- Ramadan
- Shawwal
- Dzulqa’dah
- Dzulhijjah
Untuk menghitung bulan, Anda dapat menggunakan tabel bulan berikut:
No. | Bulan | Penamaan Lain | Jumlah Hari |
---|---|---|---|
1 | Suro | Muharram | 29 atau 30 |
2 | Sapar | Safar | 29 atau 30 |
3 | Mulud | Rabi’ul Awwal | 29 atau 30 |
4 | Robiul Awal | Rabi’ul Tsani | 29 atau 30 |
5 | Robiul Tsani | Jumadil Awal | 29 atau 30 |
6 | Jumadil Awal | Jumadil Tsani | 29 atau 30 |
7 | Jumadil Tsani | Rajab | 29 atau 30 |
8 | Rejeb | Sya’ban | 29 atau 30 |
9 | Sha’ban | Ramadan | 29 atau 30 |
10 | Ramadan | Shawwal | 29 atau 30 |
11 | Shawwal | Dzulqa’dah | 29 atau 30 |
12 | Dzulqa’dah | Dzulhijjah | 29 atau 30 |
4. Menghitung Tahun
Setelah menghitung bulan, langkah selanjutnya adalah menghitung tahun.Tahun dalam Pranoto Mongso terdiri dari 5 tahun, yaitu:
- Alip
- Ehe
- Jimakir
- Je
- Dal
Untuk menghitung tahun, Anda dapat menggunakan tabel tahun berikut:
No. | Tahun | Penamaan Lain |
---|---|---|
1 | Alip | 1, 6, 11, 16, 21, 26, 31 |
2 | Ehe | 2, 7, 12, 17, 22, 27, 32 |
3 | Jimakir | 3, 8, 13, 18, 23, 28, 33 |
4 | Je | 4, 9, 14, 19, 24, 29, 34 |
5 | Dal | 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35 |
5. Menghitung Windu
Selain hari, pasaran, bulan, dan tahun, Pranoto Mongso juga menggunakanunsur windu. Windu terdiri dari lima tahun, dan setiap tahunnyamewakili satu elemen alam, yaitu kayu, api, tanah, logam, dan air. Andadapat menghitung windu dengan menghitung tahun kelahiran dan menyesuaikandengan elemen alam yang sesuai.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa itu Pranoto Mongso?
Pranoto Mongso atau Wetonan adalah sistem penanggalan Jawa yangdidasarkan pada perhitungan lima unsur dasar: hari, pasaran, bulan, tahun,dan windu.
Bagaimana cara menghitung Pranoto Mongso?
Cara menghitung Pranoto Mongso adalah dengan menentukan tanggal lahir,menghitung wetonan, menghitung bulan, menghitung tahun, dan menghitungwindu.
Apa saja unsur-unsur dalam Pranoto Mongso?
Unsur-unsur dalam Pranoto Mongso terdiri dari hari atau dina, pasaran,bulan atau wulan, tahun atau warsa, dan windu.
Apa hubungan Pranoto Mongso dengan agama Hindu-Buddha?
Pranoto Mongso memiliki hubungan dengan agama Hindu-Buddha, yang merupakanagama yang banyak dianut oleh masyarakat Jawa pada masa lalu. Hal inidapat dilihat dari penamaan bulan-bulan dalam Pranoto Mongso yangmenggunakan nama-nama bulan dalam bahasa Sanskerta.
Apakah Pranoto Mongso masih digunakan?
Meskipun Pranoto Mongso tidak sepopuler penanggalan Masehi, namun tetapmenjadi bagian penting dari budaya Jawa. Pranoto Mongso masih digunakanoleh sebagian masyarakat Jawa dalam kegiatan upacara adat.
Semoga Bermanfaat dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya.