Halo Sobat TeknoBgt! Jika kamu adalah seorang pengusaha atau investor, tentunya kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah NPL dalam dunia keuangan. NPL atau Non-Performing Loan adalah pinjaman yang sudah jatuh tempo namun belum dilunasi oleh peminjamnya selama 90 hari atau lebih. Bagaimana sih cara menghitung NPL dari laporan keuangan? Berikut ini akan dijelaskan secara mendetail. Yuk simak!
Pengertian NPL
Sebelum membahas cara menghitung NPL, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu NPL dan mengapa hal ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku bisnis dan investor. NPL adalah pinjaman yang sudah jatuh tempo namun belum dilunasi oleh peminjamnya selama 90 hari atau lebih. Dalam artian lain, peminjam tidak melakukan pembayaran cicilan dalam waktu 3 bulan atau lebih.
NPL menjadi perhatian serius karena dapat berdampak buruk pada kesehatan keuangan perusahaan atau lembaga keuangan. Hal ini dapat terjadi karena NPL dapat menyebabkan penurunan kualitas aset dan meningkatkan risiko kredit yang tidak terbayarkan. Oleh karena itu, bank dan lembaga keuangan harus memperhatikan NPL dengan baik dan mencari cara untuk mengurangi risiko NPL.
Cara Menghitung NPL
Setelah mengetahui pengertian dan pentingnya NPL, berikut ini adalah cara menghitung NPL dari laporan keuangan:
No. | Rincian | Nominal |
---|---|---|
1. | Total pinjaman | Rp. 500.000.000 |
2. | Saldo pinjaman macet | Rp. 50.000.000 |
3. | NPL ratio | 10% |
1. Hitung total pinjaman
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menghitung total pinjaman atau kredit yang diberikan oleh suatu bank atau lembaga keuangan dalam periode tertentu. Total pinjaman ini biasanya dapat ditemukan pada laporan keuangan atau laporan kinerja bank/lembaga keuangan tersebut.
Contoh:
Pada laporan keuangan, total pinjaman yang diberikan oleh bank X dalam periode Januari-Juni 2021 sebesar Rp. 500.000.000,-.
2. Hitung saldo pinjaman macet
Setelah mengetahui total pinjaman, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah menghitung saldo pinjaman macet atau yang sudah jatuh tempo selama 90 hari atau lebih.
Contoh:
Pada periode yang sama, jumlah saldo pinjaman macet bank X sebesar Rp. 50.000.000,-.
3. Hitung NPL ratio
Setelah mengetahui total pinjaman dan saldo pinjaman macet, kita dapat menghitung NPL ratio atau rasio NPL. NPL ratio merupakan rasio antara saldo pinjaman macet dengan total pinjaman atau kredit yang diberikan oleh suatu bank atau lembaga keuangan dalam periode tertentu.
Contoh:
NPL ratio pada periode Januari-Juni 2021 adalah 10%. Artinya, dari total pinjaman sebesar Rp. 500.000.000,-, jumlah saldo pinjaman macet adalah Rp. 50.000.000,- atau 10% dari total pinjaman.
Faktor yang Mempengaruhi NPL
NPL tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya NPL:
1. Kondisi Ekonomi
Kondisi perekonomian yang tidak stabil dapat mempengaruhi kemampuan peminjam untuk membayar cicilan. Jika kondisi ekonomi sedang lesu, maka banyak peminjam yang tidak mampu membayar cicilan tepat waktu.
2. Tingkat Suku Bunga
Suku bunga yang tinggi akan membuat cicilan menjadi semakin besar sehingga banyak peminjam yang kesulitan untuk membayar cicilan atau bahkan jatuh tempo.
3. Faktor Internal Perusahaan
Faktor internal perusahaan seperti pengelolaan kredit yang buruk, manajemen risiko yang kurang baik, dan kurangnya pengawasan juga dapat mempengaruhi jumlah NPL.
4. Faktor Eksternal Perusahaan
Faktor eksternal seperti persaingan yang ketat, perubahan peraturan atau kebijakan pemerintah, bencana alam, dan perubahan sosial politik juga dapat mempengaruhi jumlah NPL.
Cara Mengurangi NPL
Setelah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi NPL, berikut ini adalah beberapa cara untuk mengurangi NPL:
1. Memperbaiki Manajemen Risiko
Manajemen risiko yang baik dapat membantu perusahaan atau lembaga keuangan untuk mengurangi risiko NPL. Penilaian kredit yang objektif, pemantauan kredit secara teratur, dan prosedur pemulihan kredit yang efektif adalah contoh dari manajemen risiko yang baik.
2. Mengurangi Tingkat Suku Bunga
Mengurangi tingkat suku bunga pinjaman dapat membantu peminjam untuk membayar cicilan tepat waktu dan mengurangi jumlah NPL.
3. Mengoptimalkan Pengawasan dan Pelaporan
Pengawasan dan pelaporan yang efektif dapat membantu perusahaan atau lembaga keuangan dalam mengidentifikasi risiko NPL secara dini dan mengambil tindakan yang tepat.
4. Meningkatkan Kualitas Aset
Meningkatkan kualitas aset seperti melakukan restrukturisasi kredit, memperkuat agunan, dan memperbaiki kolektibilitas kredit dapat membantu mengurangi NPL.
FAQ
1. Apa itu NPL?
NPL atau Non-Performing Loan adalah pinjaman yang sudah jatuh tempo namun belum dilunasi oleh peminjamnya selama 90 hari atau lebih.
2. Mengapa NPL menjadi perhatian serius?
NPL menjadi perhatian serius karena dapat berdampak buruk pada kesehatan keuangan perusahaan atau lembaga keuangan seperti menyebabkan penurunan kualitas aset dan meningkatkan risiko kredit yang tidak terbayarkan.
3. Bagaimana cara menghitung NPL?
Cara menghitung NPL adalah dengan menghitung rasio antara saldo pinjaman macet dengan total pinjaman atau kredit yang diberikan oleh suatu bank atau lembaga keuangan dalam periode tertentu.
4. Apa saja faktor yang mempengaruhi jumlah NPL?
Faktor yang mempengaruhi jumlah NPL antara lain kondisi ekonomi, tingkat suku bunga, faktor internal perusahaan, dan faktor eksternal perusahaan.
Kesimpulan
Dalam dunia keuangan, NPL menjadi perhatian serius bagi para pelaku bisnis dan investor karena dapat berdampak buruk pada kesehatan keuangan perusahaan atau lembaga keuangan. Untuk mengurangi risiko NPL, perusahaan atau lembaga keuangan harus memperhatikan manajemen risiko, tingkat suku bunga, pengawasan dan pelaporan, serta kualitas aset. Dengan mengetahui cara menghitung NPL dari laporan keuangan, diharapkan para pengusaha dan investor dapat membuat keputusan yang tepat dalam mengelola bisnis dan investasi mereka. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya!