Halo Sobat TeknoBgt! Di artikel kali ini, kita akan membahas tentang cara menghitung hari kerja di Excel. Bagi kalian yang sering bekerja dengan jadwal atau deadline, tentunya hal ini sangat penting untuk dilakukan. Dengan menggunakan Excel, kalian dapat dengan mudah menghitung berapa hari kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek atau tugas. Yuk, simak pembahasan selanjutnya!
Pengertian Hari Kerja
Sebelum kita memulai cara menghitung hari kerja di Excel, alangkah baiknya jika kita memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan hari kerja. Hari kerja adalah hari dimana kita harus bekerja, biasanya dari Senin hingga Jumat. Sedangkan Sabtu dan Minggu dianggap sebagai hari libur, kecuali jika ada tugas atau proyek yang harus diselesaikan pada hari tersebut.
Dalam penghitungan hari kerja, biasanya hari libur nasional atau keagamaan juga dianggap sebagai hari libur. Namun, jika kita bekerja pada hari libur tersebut, maka hari tersebut akan dihitung sebagai hari kerja.
Apa Saja yang Dibutuhkan?
Sebelum kita memulai menghitung hari kerja di Excel, ada beberapa hal yang perlu disiapkan terlebih dahulu, diantaranya:
Hal yang Dibutuhkan | Keterangan |
---|---|
Tanggal Awal | Tanggal pertama dalam rentang waktu yang akan dihitung |
Tanggal Akhir | Tanggal terakhir dalam rentang waktu yang akan dihitung |
Daftar Hari Libur | Daftar hari libur nasional atau keagamaan yang termasuk dalam rentang waktu yang akan dihitung |
Dengan memiliki ketiga hal tersebut, kita dapat dengan mudah menghitung berapa hari kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek atau tugas.
Cara Hitung Hari Kerja Tanpa Menggunakan Rumus
Ada beberapa cara untuk menghitung hari kerja di Excel tanpa menggunakan rumus, diantaranya:
Cara 1: Menggunakan Fungsi WORKDAY
Fungsi WORKDAY adalah fungsi bawaan di Excel yang digunakan untuk mengembalikan tanggal kerja berikutnya setelah sejumlah hari tertentu dari tanggal awal. Untuk menghitung jumlah hari kerja antara dua tanggal, kita cukup mengurangi tanggal awal dengan tanggal akhir, lalu tambahkan 1 dan kurangi jumlah hari libur.
Contoh:
Tanggal Awal | 01/01/2022 |
---|---|
Tanggal Akhir | 31/01/2022 |
Jumlah Hari Libur | 5 |
Pertama, kita hitung selisih antara tanggal awal dan tanggal akhir:
31/01/2022 – 01/01/2022 + 1 = 31
Setelah itu, kita kurangi jumlah hari libur:
31 – 5 = 26
Dalam contoh tersebut, kita membutuhkan 26 hari kerja untuk menyelesaikan proyek atau tugas.
Cara 2: Menggunakan Fungsi NETWORKDAYS
Fungsi NETWORKDAYS juga adalah fungsi bawaan di Excel yang digunakan untuk menghitung jumlah hari kerja antara dua tanggal. Kita cukup memasukkan tanggal awal dan tanggal akhir, lalu tambahkan daftar hari libur (jika ada) sebagai parameter ke fungsi tersebut.
Contoh:
Tanggal Awal | 01/01/2022 |
---|---|
Tanggal Akhir | 31/01/2022 |
Daftar Hari Libur | 02/01/2022, 09/01/2022, 16/01/2022, 23/01/2022, 30/01/2022 |
Dalam contoh tersebut, kita memasukkan daftar hari libur pada tanggal 02/01/2022, 09/01/2022, 16/01/2022, 23/01/2022, dan 30/01/2022. Maka, kita dapat menghitung jumlah hari kerja dengan menggunakan rumus:
=NETWORKDAYS(A2,B2,C2:C6)
Dimana A2 adalah tanggal awal, B2 adalah tanggal akhir, dan C2:C6 adalah daftar hari libur. Hasil dari rumus tersebut adalah 21 hari kerja.
Cara Hitung Hari Kerja Menggunakan Rumus
Selain menggunakan cara manual seperti di atas, kita juga dapat menggunakan rumus untuk menghitung hari kerja di Excel. Berikut adalah beberapa rumus yang dapat digunakan:
Rumus 1: Menggunakan Fungsi NETWORKDAYS.INTL
Fungsi NETWORKDAYS.INTL juga adalah fungsi bawaan di Excel yang digunakan untuk menghitung jumlah hari kerja antara dua tanggal. Kita cukup memasukkan tanggal awal, tanggal akhir, dan daftar hari libur (jika ada) sebagai parameter ke fungsi tersebut.
Contoh:
Tanggal Awal | 01/01/2022 |
---|---|
Tanggal Akhir | 31/01/2022 |
Daftar Hari Libur | 02/01/2022, 09/01/2022, 16/01/2022, 23/01/2022, 30/01/2022 |
Dalam contoh tersebut, kita memasukkan daftar hari libur pada tanggal 02/01/2022, 09/01/2022, 16/01/2022, 23/01/2022, dan 30/01/2022. Maka, kita dapat menghitung jumlah hari kerja dengan menggunakan rumus:
=NETWORKDAYS.INTL(A2,B2,”0000000″,C2:C6)
Dimana A2 adalah tanggal awal, B2 adalah tanggal akhir, “0000000” adalah kode hari kerja dimana 0 = hari kerja dan 1 = hari libur, dan C2:C6 adalah daftar hari libur. Hasil dari rumus tersebut adalah 21 hari kerja.
Rumus 2: Menggunakan Fungsi IF dan WEEKDAY
Kita juga dapat menggunakan fungsi IF dan WEEKDAY untuk menghitung jumlah hari kerja antara dua tanggal.
Contoh:
Tanggal Awal | 01/01/2022 |
---|---|
Tanggal Akhir | 31/01/2022 |
Daftar Hari Libur | 02/01/2022, 09/01/2022, 16/01/2022, 23/01/2022, 30/01/2022 |
Dalam contoh tersebut, kita memasukkan daftar hari libur pada tanggal 02/01/2022, 09/01/2022, 16/01/2022, 23/01/2022, dan 30/01/2022. Maka, kita dapat menghitung jumlah hari kerja dengan menggunakan rumus:
=SUM(IF(WEEKDAY(ROW(INDIRECT(A2&”:”&B2)))>1,IF(WEEKDAY(ROW(INDIRECT(A2&”:”&B2)))<7,1,0),0))-COUNTIF(C2:C6,"<="&B2)-COUNTIF(C2:C6,">=”&A2)
Dimana A2 adalah tanggal awal, B2 adalah tanggal akhir, dan C2:C6 adalah daftar hari libur. Hasil dari rumus tersebut juga adalah 21 hari kerja.
FAQ
1. Apa bedanya antara cara manual dan menggunakan rumus?
Cara manual lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, cara manual juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dilakukan. Sedangkan menggunakan rumus lebih cepat dan efisien, namun harus memahami terlebih dahulu cara penggunaan rumus yang tepat.
2. Apa yang harus dilakukan jika ada hari libur tambahan?
Jika ada hari libur tambahan, kita cukup memasukkan tanggal tersebut ke dalam daftar hari libur yang sudah disiapkan sebelumnya.
3. Apa yang harus dilakukan jika rentang waktu melewati tahun baru?
Untuk rentang waktu yang melewati tahun baru, kita cukup memasukkan daftar hari libur pada tanggal 01/01/XXXX, dimana XXXX adalah tahun yang baru.
Kesimpulan
Itulah cara menghitung hari kerja di Excel. Kalian dapat memilih cara manual atau menggunakan rumus untuk menghitung jumlah hari kerja antara dua tanggal. Dengan begitu, kalian dapat merencanakan jadwal atau deadline dengan lebih efektif dan efisien. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya!