Halo Sobat TeknoBgt, kali ini kita akan membahas cara menghitung harga pokok penjualan. Harga pokok penjualan adalah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang atau jasa. Dalam dunia bisnis, penghitungan harga pokok penjualan sangat penting untuk menentukan harga jual yang tepat serta menghitung keuntungan yang didapat. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Pendahuluan
Sebelum membahas cara menghitung harga pokok penjualan, ada beberapa konsep dasar yang perlu Sobat TeknoBgt ketahui terlebih dahulu. Berikut adalah penjelasannya:
Pengertian Harga Pokok Penjualan
Harga pokok penjualan (HPP) adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang atau jasa, termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. HPP juga mencakup biaya yang terkait dengan penjualan, seperti biaya pengiriman, biaya asuransi, dan biaya promosi.
Komponen Harga Pokok Penjualan
Ada tiga komponen utama dalam penghitungan HPP, yaitu:
- Biaya bahan baku
- Biaya tenaga kerja langsung
- Biaya overhead pabrik
Biaya bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan mentah yang akan diproduksi menjadi barang jadi. Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji pekerja yang langsung terlibat dalam proses produksi. Biaya overhead pabrik adalah biaya yang terkait dengan penggunaan fasilitas pabrik, seperti biaya listrik, biaya air, biaya perawatan mesin, dan sebagainya.
Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan
1. Hitung Biaya Bahan Baku
Langkah pertama dalam menghitung HPP adalah menghitung biaya bahan baku. Lakukan penghitungan dengan mengalikan jumlah bahan baku yang digunakan dengan harga per satuan bahan baku. Berikut adalah rumusnya:
Jenis Bahan Baku | Jumlah | Harga Satuan | Total Biaya |
---|---|---|---|
Bahan A | 10 kg | Rp 5.000/kg | Rp 50.000 |
Bahan B | 5 kg | Rp 10.000/kg | Rp 50.000 |
Total Biaya Bahan Baku | Rp 100.000 |
2. Hitung Biaya Tenaga Kerja Langsung
Langkah kedua dalam menghitung HPP adalah menghitung biaya tenaga kerja langsung. Lakukan penghitungan dengan mengalikan jumlah jam kerja dengan upah per jam. Berikut adalah rumusnya:
Nama Pekerja | Jumlah Jam Kerja | Upah Per Jam | Total Biaya |
---|---|---|---|
Pekerja A | 8 jam | Rp 10.000/jam | Rp 80.000 |
Pekerja B | 6 jam | Rp 12.000/jam | Rp 72.000 |
Total Biaya Tenaga Kerja Langsung | Rp 152.000 |
3. Hitung Biaya Overhead Pabrik
Langkah ketiga dalam menghitung HPP adalah menghitung biaya overhead pabrik. Lakukan penghitungan dengan mengalikan persentase biaya overhead dengan total biaya tenaga kerja langsung. Berikut adalah rumusnya:
Biaya Overhead Pabrik | Persentase | Total Biaya Tenaga Kerja Langsung | Total Biaya |
---|---|---|---|
Biaya Listrik | 10% | Rp 152.000 | Rp 15.200 |
Biaya Air | 5% | Rp 152.000 | Rp 7.600 |
Total Biaya Overhead Pabrik | Rp 22.800 |
4. Hitung Total Harga Pokok Penjualan
Langkah terakhir dalam menghitung HPP adalah menjumlahkan total biaya bahan baku, total biaya tenaga kerja langsung, dan total biaya overhead pabrik. Berikut adalah rumusnya:
Total HPP = Total Biaya Bahan Baku + Total Biaya Tenaga Kerja Langsung + Total Biaya Overhead Pabrik
Dengan menggunakan data contoh di atas, maka total HPP adalah:
Total HPP = Rp 100.000 + Rp 152.000 + Rp 22.800 = Rp 274.800
FAQ
1. Apakah Harga Pokok Penjualan Sama Dengan Harga Beli?
Tidak sama. Harga pokok penjualan mencakup biaya produksi dan biaya terkait penjualan, sedangkan harga beli hanya mencakup biaya pembelian barang mentah.
2. Apa Pengaruh Penghitungan HPP Terhadap Keuntungan?
Penghitungan HPP akan mempengaruhi penetapan harga jual yang tepat sehingga keuntungan yang didapat bisa optimal.
3. Apakah HPP Harus Dihitung Setiap Bulan?
Iya, perhitungan HPP sebaiknya dilakukan setiap bulan untuk memastikan bahwa harga jual masih sesuai dengan harga produksi.
4. Apa Saja Faktor-Faktor yang Mempengaruhi HPP?
Faktor-faktor yang mempengaruhi HPP antara lain harga bahan baku, upah pekerja, dan biaya overhead pabrik.
5. Apa Beda Harga Pokok Penjualan dengan Biaya Produksi?
Harga pokok penjualan mencakup biaya produksi dan biaya terkait penjualan, sedangkan biaya produksi hanya mencakup biaya pembuatan barang saja.
Penutup
Demikianlah penjelasan mengenai cara menghitung harga pokok penjualan. Dengan memahami konsep dasar dan langkah-langkah penghitungan HPP, diharapkan Sobat TeknoBgt bisa menentukan harga jual yang tepat serta menghitung keuntungan yang didapat. Jangan lupa untuk menghitung HPP setiap bulan agar bisnis bisa berjalan dengan baik. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya!